RSS

Satu Harapan

03 Oct

Andai aku bisa bicara dalam bungkam,
Dan andai aku bisa menatap dalam gelap..
Hingga diammu dapat kudengar..
Kemudian aku akan masuk kedalam pikiranmu..

Jika saja satu hati,
Walau kita bukan merpati…
Jika saja putih tak jadi hitam,
Karena ego dan penolakan..

Betulkah angan telah menjadi kenangan??
Atau hanya tertutup rapi oleh kepura-puraan?
Lalu apalagi yang bisa kutangisi?
Karena luka itu bukan luka..

Kalau hati pernah menjadi serpihan,
Itu semua adalah sebuah kesalahan..
Kebohongan karenaku..
Maafkan aku..

(inspired by someone) hehehe 🙂

anna’11

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on October 3, 2011 in ordinary poem

 

4 responses to “Satu Harapan

  1. kamashita

    October 28, 2011 at 11:16 am

    kereeen…

     
  2. Wahyu Bayu Aji

    November 2, 2011 at 6:15 pm

    mantappppppppppppp

     
  3. eko gerald pankaru

    November 4, 2011 at 11:05 am

    Aku butuh teman untuk melalui..
    Aku butuh kawan untuk berbagi…
    Aku butuh bayangan untuk mengikuti….
    Aku butuh mentari untuk menerangi….
    Aku butuh air untuk menyirami….
    Aku butuh pohon untuk meneduhi…
    Aku butuh pagi setelah gelap hari…
    Aku butuh tempat untuk kudiami….
    Aku butuh tersenyum setelah bersedih…..
    Aku butuh hati untuk disayangi……

    Untuk itulah kuingin kau tetap disini…..
    ku ingin mencintaimu sepanuh hati…..

    …puisi utk orang special na…….ana tau itu

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: