RSS

Category Archives: anna’s article

tempat sampahkah aku?


“Huaaaaaaa, gw udah ga tahan lagi tha, bisa-bisanya dia selingkuh didepan gw!!” Tangis kara pun terpecahkan di kantin sekolah.

“Sabar ya ra, gw ju…”

“Iya tapi tha ini udah keterlaluan, baru tadi pagi dia bilang sayang sama gw..Athaaaa gw sedih banget Haaaaaaa! ” Masih dengan logat cerewetnya Kara menangis didepanku,sampai-sampai omonganku juga diputus olehnya..

“Yaudah deh tha, yang penting gw udah cerita ini ke lo,hati gw sedikit agak tenang.. Yaudah gw kekelas duluan ya” sambung Kara.

” Ok deh ” jawabku, padahal aku juga tidak merasa memberi solusi apa apa.Yasudahlah sautku dalam hati..

Aku bergegas membeli sebuah coklat untuk mengganjal perutku pagi ini,dan baru saja aku mau menggigit coklat yang aku beli barusan,Faris temanku datang tiba-tiba..Senyum merekah di bibirnya yang kecil, dan pipinya yang gembul pun terlihat merah merona. “Ah ini pertanda aku tidak bisa makan coklat ku lagi nih” bisikku dalam hati.Temanku yang satu ini kalau sudah cerita tentang Fika pasti lupa waktu,pernah suatu hari dia sampai tengah malam di kamar kos ku hanya agar aku bisa membantu dia membalas sms dari Fika,tapi karna dia adalah temanku ya apa boleh buat aku iyakan saja permintaannya.Dan ternyata dugaanku benar.

“Athaaaaa, tau ga sih lo besok gw mau ngajak jalan Fika” teriak Faris..

“Oh ya ? Wah bagus doong, have fun ya” sautku..

“Tha, lo pokoknya harus pilihin baju buat gw ntar jalan ya, selera mode lo kan yoi tuh tha” ucap Faris.

” HAH ?? Ga salah denger gw ? Lo kan cowo ris ” jawabku dengan muka setengah heran.

” Ya enggak lah tha, ya tha ya mau ya lo kan temen gw masa ga mau bantu gw sih tha, ini first date gw sama Fika tha pleaasee ” saut Faris dengan muka penuh harapan.

” Ya yaudah deh ris gampang” ucapku.

“KRIIIINGGG” bel pun berbunyi, menunjukan waktu istirahat telah selesai. Ok, sekali lagi aku menunda perutku untuk diisi dengan makanan.Sebagai anak kos aku memang sedikit lalai dalam urusan makan, padahal orang tuaku yang tinggal di luar kota tidak pernah lalai mengingatkanku untuk makan, ya sebenernya aku mempunyai maag kronis, that’s why.

” Tha, boleh ga ntar malem gw kekosan lo ? ” Tiba-tiba Kara memecah lamunanku dikelas.

” Ntar malem ya ? Gw shift malem ra” sautku. Well, aku adalah seorang waiters di sebuah cafe, aku mengambil pekerjaan ini untuk membeli kebutuhanku sehari hari sebagai anak kos,dan orang tuaku pun tidak tau akan hal ini, uang kiriman dari orang tuaku selalu aku tabung. Aku memang suka hidup mandiri..

“Yah Athaa abis lo kerja deh gw tungguin ya please tha, lo kan temen terbaik gw” saut Kara.
Entah kenapa hatiku selalu luluh kalau teman-temanku membutuhkan aku,karna disitu aku merasa aku seperti dipercaya mereka, tanpa berfikir kalau itu sebenarnya mengganggu privasiku.

“Ok deh, atur aja ya” sautku. Kara pun langsung tersenyum ceria dan langsung memelukku.

Jam menunjukan pukul 19.00 WIB. Aku sudah mengganti bajuku dengan seragam waiters. Aku pun mulai menyambut tamu-tamu yang datang bersama satu temanku yaitu Nathan. Nathan adalah teman kerjaku di cafe itu,profesi dia juga ditempatkan sebagai waiters sama seperti aku, dia adalah mahasiswa di fakultas ekonomi UI,dan dia pun orang berada.Sewaktu Nathan memberitahu aku akan hal itu, aku bahkan tidak percaya seorang seperti dia mau menjadi waiters.Kalau aku tanya kenapa dia hanya menjawab “eksperimen aja”.yah jawaban simple yang tidak pasti.
Waktu menunjukan pukul 22.00, aku pun bersiap-siap untuk pulang. Seperti biasa Nathan menawarkan tumpangan untuk pulang bareng, kebetulan rumah kita searah.

“Maaf ya than, gw dijemput Kara ” jawabku.

“Kara? Dia mau ngapain lagi ? Mau curhat lagi ? kan bisa besok-besok tha??ini udah malem loh harusnya lo tinggal istirahat ” suara Nathan meninggi.

” Gapapa kok than,paling cuma sebentar dia dirumah gw, yaudah gw duluan ya” timpalku sambil lari kearah mobil Kara.

“Iya jadi gitu tha,lebih baik putus sih kalo kaya gini, gw udah gak kuat juga” tangis Kara pun terpecahkan di heningnya kamar kosku yang berukuran kecil.

“Sabar ya ra, mungkin ini cobaan buat hubungan lo berdua” sembari memeluk sahabatku itu.
Malam itu pun kita habiskan untuk membicarakan urusan hati Kara yang sedang sedih karna diselingkuhi pacarnya.
“Thanks banget ya tha,gw udah lebih baik kok sekarang ” saut Kara.

“Iya samasama ra, itu gunanya gw kan sebagai sahabat lo ” senyum kecil pun tersungging di bibirku. Kara pun membalas dengan pelukan. Beberapa menit kemudian mobil Kara pun sudah tak terlihat lagi.
Waktu menunjukan tengah malam, dan aku baru ingat tadi siang Pak Danar memberiku tugas membuat makalah. “Oh my god I need spare time ” kataku dalam hati. Akhirnya aku nyalakan laptopku dan mulailah aku mengetik kata demi kata. 2 jam pun berlalu, rasa kantukku benar-benar tidak tertahankan lagi. Akhirnya aku pun tertidur diatas tumpukan buku pelajaran.

Keesokan harinya.
” Pak, Atha sudah mengerjakan sebagian, sebagian lagi belum pak karna semalem saya ketiduran” ucapku

“Tumben sekali kamu tidak tepat waktu ? Reaksi pak Danar menunjukan ekspresi kecewa.

“Maaf pak”balasku.

“Kenapa tha ? ” tanya Kara.

” Tugas gw belom kelar” jawabku.

” Ooh gitu, mau gw bantu tha ? ” Ucap Kara.

” Makasih ra, tapi gausah” balasku.

Aku tidak akan pernah konsentrasi kalau belajar bersama, karna itu aku menolak.
Waktunya istirahat, satu mangkok bakso sudah menantiku. “Yummy pedas pedas” ucapku dalam hati. Aku memang sangat menyukai cabai, sampai kadang temanku menjulukiku si ratu cabe. Hahaha.. Datanglah Gina dan Ardi,mereka adalah teman sekelasku yang baru saja aku comblangin dan itu berhasil.(Aku memang mak comblang yang handal hahahaha)

“hey tha kita duduk sini ya” ucap mereka.

“Oh silahkaan” sautku.

“Tha makasih ya kalo ga berkat lo gw sama Gina ga mungkin jadian nih ” ardi membuka topik.

“Halah lebay lo ah wkwkwk” tawaku.

“Gimana tha sama Andra ? udah jadian ?” tanya Gina.

“hahha,apanya jadian gw aja didiemin sama dia..lagi marah kali orangnya,bodo ah” timpalku.

“lah kok gitu?ooh yaudah deh gw doain lo berdua ga diem-dieman lagi terus gw doain juga lo cepet jadian ama dia” ucap Gina.

“apatau lo ah” jawabku.

”KRRRRRRIIIIINNNNNGGGGG” bel tanda masuk ke kelas pun berbunyi.

“kita duluan ya”ucap Gina.

“ya ok” jawabku. Aku,Gina,dan Atha adalah sahabat karib dulu.tapi,keberdaan mereka seperti raib di mataku setelah mereka mengerti apa yang namanya cinta.Yasudahlah aku tidak mau terlalu memikirkan hal itu.

Waktu menunjukan pukul 18.00 WIB, aku pun bergegas untuk kerumah Faris,ya kalian tau lah temanku yang satu itu memang selalu tidak percaya diri dengan gaya pilihannya sendiri.
Well,sesampainya aku dirumahnya aku langsung disambut oleh bi inah,dia adalah baby sitter Faris.Faris memang anak yang tergolong manja,bahkan untuk urusan hati pun dia masih manja,hahahha.

”Athaaaaaa,selamat dateng sahabatku yang cantik” suara gemulai itu pun menyambutku.

“yooo dude,gimana?udah dapet bajunya ?”tanyaku.

”ASTAGA FARIIIS?!?! Lo abis fighting ama baju baju lo ?” sontakku kaget karna melihat baju faris yang bertebaran di ruang kamarnya.

“hehehe ngga ko tha :p “ balas Faris dengan wajah malu malu.

1 jam berlalu…. “iya udah yang itu aja farissss -_-“ aku sudah mulai bosan dan aku juga harus mengejar waktu untuk kerja di café.

“tha, tapi ini blablablabla” ucap faris.

“nih ya, lo ganteng bgt pake ini,lo juga keliatan kurus pake ini gw serius”tegasku.

“yaudah deh tha gw pake ini” kata faris.

”nah gitu kek daritadi” aku menjawab.Akhirnya pilihan jatuh kepada Kaos hitam dan celana jeans,ya memang membosankan huuuft.

”yaudah ya gw balik dulu mesti buru-buru ke café nih” ucapku.

“yaudah mau gw anter aja tha?”tanya faris. “oh gausah gapapa”jawabku.

Saat aku beranjak pergi dari rumah Faris aku merasa ada yang aneh dengan perutku,”aduh jangan-jangan maag ku kambuh”ucapku dalam hati,aku terus menahan menahan sampai akhirnya aku berhenti di warung untuk membeli obat maag. Ya aku terasa lebih baik setelah meminum itu,dan aku lanjutkan lagi perjalananku menuju café dimana aku bekerja,kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Faris sehingga aku dapat menempuhnya dengan berjalan kaki.Tapi siapa sangka,ditengah perjalanan aku bertemu dengan Nathan.

”atha?darimana lo?ayo bareng”saut Nathan.

”eh Nathan,. Kebetulan banget ketemu lo disini,yaudah deh ayo”jawabku.Akhirnya aku pergi bersama nathan.

“darimana tha?” tanyanya “.dari rumah Faris than,milihin dia baju buat jalan ama Fika” jawabku.

”tha,lo ngapain sih peduli banget sama temen-temen lo itu sedangkan mereka aja gak pernah peduli ama urusan lo?!” ucap Nathan.

” Ya gapapa than,mereka kan sahabat-sahabat gw..lagian kenapa lo ngomongnya gitu ?”

“ya iya sih tapi kan lo masih punya kesibukan yang lain yang musti lo kerjain daripada ngurusin urusan hati mereka yang ga pernah ada selesainya,lagian juga lo butuh istirahat kan tha,kemaren Kara kerumah lo sampe tengah malem,akhirnya lo lalai ngerjain tugas,nah disitu siapa coba yang rugi?lo kan tha ? “

“aduuh “ tiba tiba nyeri di perutku kambuh lagi.

“kenapa tha? Maag lo kambuh ya ?kita berhenti makan dulu ya” ucap Nathan

“ngga,ngga usah than tadi gw udah minum obat kok,palingan ini juga cuman bentar”sautku.
Nathan lalu meminggirkan motornya dan berhenti dipanggir jalan. Dia berbalik badan memandangiku yang sedang memegangi perut menahan sakit.

“Tha,sakit banget ya ?” tanyanya dengan pandangan iba.Aku bisa merasakan ketulusan hati Nathan saat melihat aku yang terus memegangi perut menhan sakit.

“ngga ko than,ah apaan si lo ah kaya ga biasa aja liat gw kaya gini,udah ayo jalan ah” sambil menepuk bahu Nathan.

“Tha,coba lo tau gimana kasihannya gw ngeliat lo sekarang” Nathan berucap dengan nada pelan.

“apaan Than?” tanyaku menegaskan

“apaan apanya?udah jalan lagi ah ntar telat malah” jawab Nathan

Sesampainya di café tempat kita berdua bekerja,aku langsung mengganti pakaian dengan kostum waiters ku,begitu pula Nathan. Satu per satu pelanggan berdatangan sampai akhirnya café tutup pukul 23.00 WIB.
Aku merasa tubuhku letih sekali sampai akhirnya aku duduk sejenak sambil meminum secangkir teh hangat yang aku buat barusan.”awww,yah mulai lagi deh” bisikku dalam hati ketika aku meraskan nyeri perutku datang lagi. Tubuhku semakin lemas dan aku merasakan dingin yang luar biasa,untuk berdiri saja aku rasa sudah tak sanggup lagi. Akhirnya aku memanggil siapapun temanku yang ada disitu.
”eh tolongin gw dong” rintihku pelan. Aku terus berusaha berbicara sampai salah satu temanku Andi melihatku sudah tersungkur di lantai dengan muka pucat.

“woy tolongin nih Atha mau pingsan!!!!” Andi pun berteriak.

Tak berapa lama teman-temanku langsung berdatangan termasuk pula Nathan,dia langsung sigap memanggulku.Dia langsung memeluk badanku yang sedang menggigil kedinginan.

“Atha,Atha..ni gw Nathan sabar ya kita kerumah sakit sekarang” sambil terus memelukku yang semakin menggigil kedinginan. “ambilin air hangat +jaketnya Atha cepetan kasian nih” teriak Nathan

“Than,makasih ya” rintihku pelan..aku terus menggigil dan sampai akhirnya aku terjatuh pingsan.

”panggil taksiiiii,Atha udah pingsan nih cepetan”Nathan berteriak. Andi dan teman-temanku lainnya pun segera mencari taksi terdekat.

Di sepanjang perjalanan Nathan terlihat panik melihat tubuh Atha yang sudah lemas tak berdaya.Dia terus menegur supir taksinya untuk menambah kecepatan agar sesegera mungkin sampai kerumah sakit.Andi yang melihat sikap Nathan hanya tersenyum kecil.

“atha,bangun dong tha, yaampun kok sampai gini sih tha” Nathan pun mempererat pelukannya.
Sesampainya dirumah sakit Atha langsung masuk ke ruang UGD. Setelah setengah jam dokter pun menghampiri Nathan.

“Gimana dok keadaan teman saya ?”

“maag teman kamu kambuh,dia terlalu letih dan jam makannya pun saya rasa tidak teratur,sampai sekarang masih belum sadar tapi kita sudah beri dia infus kok,tenang saja ya “

“ya ampun yasudah terimakasih ya dok” ucap Nathan. Dia pun langsung bergegas melihat keadaan Atha.

Dia duduk disebelah tempat tidur Atha, sambil terus memandangi wajah temannya yang pucat itu dia terus berdoa.Beberapa saat kemudian handphone Atha berdering,ternyata ada sms dari Kara. Nathan pun langsung membuka sms itu dan isinya adalah “ tha, gw udah putus 😦 gw sedih banget tha..gw kekosan lo sekarang ya”. Nathan yang membaca sms itu pun seketika langsung kesal “egois banget sih jadi orang”gumamnya dalam hati. Dengan cepat dia langsung menon-aktifkan handphone Atha.

Sambil terus menggenggam tangan temannya itu Nathan berucap “ mulai sekarang gw gak akan biarin lo jadi tempat sampah temen-temen lo lagi tha,gw akan jadi pendengar yang bisa dengerin keluh kesah lo,dan kalo lo bangun nanti sadarilah kalo gw milik lo,gw janji tha..gw janji..” .
Nathan pun terlelap di samping tubuh Atha yang belum tersadar.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on November 4, 2011 in anna's article

 

Argha dan April


its my first author ^_^
Senja yang dulu indah kini menjadi muram. dan bulan yang dulu purnama kini perlahan berubah menjadi sabit. Seperti keadaan hati seorang remaja yang meratapi kekosongan dan kehampaan hatinya karena ditinggal oleh sahabat yang selama ini setia menemaninya baik suka maupun duka. Dulu, waktu usiaku beranjak 17 tahun, aku mempunyai beberapa sahabat salah satunya Argha. Dia anak pertama dari 2 bersaudara, dia adalah seorang remaja yang pintar dan sangat ceria.Dia sangat senang membuat puisi,aku saja kadang dibuatkan puisi olehnya. Kami bersahabat sudah cukup lama, aku kenal Argha waktu kami sama-sama mendaftar di salah satu SMP favorit di Jakarta. Setelah awal perkenalan itu,pertemanan kami berlanjut karena kami diterima di SMP itu. Kami selalu bersama-sama bagai amplop dan perangko yang tak dapat terpisahkan, itulah kami. Kami juga selalu satu kelas.

Setelah lulus SMP aku dan Argha memutuskan untuk satu sekolah, hari pertama aku dan Argha menjalani ospek, rasanya takut dan sangat tegang, ’April,kita ke kantin yuk’saut Argha.,’ayuk aku juga udah mulai haus nih’ucapku.Argha tertegun di salah satu sudut kantin.’woy ngeliatin apa lo?’sautku.’pril,lo liat dong tu cewe cantik banget,yaampun andaikan gw bias kenal sama dia’ucap argha.(aku hanya terdiam)*kringg bel masuk kelas pun berbunyi aku dan Argha menuju kelas kebetulan kita satu kelas.’ya tuhan apriiil,lo liat itu siapa?ternyata dia teman satu kelas kita’ucap Argha,’(wah,cantik banget gadis itu,rambutnya panjang,kulitnya putih,) iya ya gha wah beruntung lo’. Hari demi hari pun berganti.Tepatnya hari senin,Argha pun bercerita kepadaku kalu dia dan Icha sudah resmi berpacaran.Aku hanya terdiam sesaat dan aku pun meminta izin pada argha untuk menuju perpustakaan,jujur hatiku sangat hancur.Tanpa aku sadari,selama ini aku menyimpan rasa suka pada Argha.Semenjak kejadian itu persahabatan kita berdua pun menjadi renggang,aku sudah sibuk dengan anggota OSIS ku dan Argha pun aktif dalam klub basket.Dan ternyata selama ini Argha tau tentang bagaimana perasaan ku terhadap dirinya.

Waktu terus berputar, tanpa terasa tahun pun berganti. Akhir-akhir ini aku melihat Argha tampak murung dan tak seperti biasanya yang sangat ceria. Walaupun aku belum bias berbicara sebebas dulu terhadap dirinya,tapi aku fikir bagaimanapun dia adalah sahabatku.Aku pun memberanikan diri untuk menyapanya.Ditengah obrolan ku dengan dirinya dia selalu memegang erat dada kirinya,hal yang aneh bagiku.Argha pun mulai jarang terlihat di sekolah.Aku pun memberanikan diri datang kerumahnya,”assalamualikum,Argha nya ada bi?”. “eh non april,loh non April gak tau?mas Argha sekarang dirawat dirumah sakit non”. Aku terkejut,dan rona mukaku pun berubah menjadi pucat pasi.Tanpa berfikir panjang aku pun langsung menanyakan alamatnya dan langsung menuju ke rumah sakit dimana Argha dirawat.Sesampainya disana aku bertemu dengan kedua orang tuanya,aku pun langsung menanyakan bagaimana keadaanya.”separah itu tante?” aku terdiam dan masih tidak menyangka kalau sahabatku ternyata mengidap penyakit gagal jantung yaitu penyakit dimana jantung manusia berdetak tidak normal,ini adalah penyakit yang paling mengerikan.

2 hari pun berlalu,aku pun tidak menjalani hari seperti biasanya,aku terlihat murung,tentu saja aku memikirkan kondisi sahabatku yang terbaring lemah dirumah sakit.Hampir setiap hari aku dan kawanku Icha,ya Icha dialah orang yang pernah membuat aku merasa sangat cemburu.tapi sekarang Icha dan Argha sudah putus karena ada beberapa permasalahan diantara mereka.Oke balik ke kondisi Argha,sekarang dia dirawat di ruang ICU untuk mendapat perawatan secara intensif.Aku hanya bisa melihat dia dari balik kaca karena rumah sakit itu mempunyai waktu kunjungan dan tidak sembarang orang bisa masuk kedalam ruang ICU.Aku tidak henti hentinya berdoa untuk kesembuhannya,aku masih ingin melihat senyum cerianya hadir di sekolah,begitu pun Icha dan teman-temanku yang lain,tiba tiba saja Icha memecahkan lamunanku,’april,andai kamu tau semuanya’..’apa maksud kamu?’sautku..Saat itu pula mama nya Argha datang ke kita berdua,ternyata dia membawa berita baik,kalian mau tau apa??Ya argha sudah di pindahkan diruang Intermediate dan di sudah sadarkan diri walaupun masih dibantu peralatan medis.’arghaaaaa’sautku langsung memeluknya.’april,lo disini?lo ga marah kan sama gw?’ ‘ngga gha April ga marah sama lo,justru dia merhatiin banget kesehatan lo’saut Icha. ‘makasih ya Pril,gw tau lo pasti ada disini disaat saat paling penting dalam hidup gw’ ‘maksud lo apasih?udah mending lo sembuhin diri lo dulu gw dah kangen pengen main monopoli sama lo haha’sautku sambil menghibur.

3 hari kemudian..

Aku bersiap-siap ke rumah sakit untuk menjenguk Argha dan aku pun sudah membawakan coklat silverqueen kesukaannya dia.Dan tiba-tiba hujan turun begitu derasnya,hingga aku pun mengurunkan diri untuk keluar rumah hingga hujan berhenti.Tidak lama kemudian handphone ku pun berbunyi,dan ternyata aku mendapat telfon dari mamanya Argha. Aneh fikirku tumben sekali menelfon aku pagi-pagi seperti ini,dengan cepat aku mengangkatnya ‘assalamualaikum tante,ada apa?’ nada suara mama Argha tampak berat seperti sedang menangis..’tante,gimana kabar Argha? baik-baik aja kan? ‘argha sudah mendahului kita pril..’ ‘a aapa tante?tante ini ga mungkin kemarin Argha baik-baik aja’ belum sempat mamanya Argha menjawab koneksi kita terputus.Silverqueen yang ada di tangan kiri ku pun terjatuh,air mataku mulai membasahi pipi ku,aku masih berharap ini mimpi. Ya tuhan, bangunkan aku dari berita buruk ini,aku hiks..hiks.. Argha kenapa begitu cepat gha?baru kemarin kamu bilang kamu ingin main basket denganku. Argha aku ..hiks.. aku pun belum sempat bilang kalau aku sayang kamu.Aku sayang kamu Arghaaaaaaaaaaaaa!!!!

Aku datang ke rumah Argha untuk melihat dia terakhir kalinya dan mengucapkan bela sungkawa pada keluarga Argha. Setibaku disana aku melihat Argha terbaring kaku, dikelilingi orang-orang yang membaca yasin untuknya, tiba-tiba pandanganku menjadi gelap. “Argha…..” panggilku, “sudahlah Pril, relakanlah kepergian Argha, agar dia tenang di Alam sana” mama Argha ada disampingku, dan memberikan selembar kertas padaku, “ini dari Argha buat kamu, dia menulis ini waktu dia di rumah sakit, tante tinggal dulu kebawah”. “makasih tante dan aku menangis”. “kamu ada masalah ya sama argha?” tanya mama Argha, “eng…enggak kok tante, kami berdua baik-baik saja” ”ya udah jangan nangis lagi, tante ke bawah bdulu ya” tante pun meninggalkanku sendiri di kamar Argha.Aku melihat foto-foto yang ada dimeja samping tempat tidur,terpampang fotoku dan Argha sedang berada di taman rumahku,kami terlihat senang disitu. Aku buka kertas itu perlahan-lahan, dan aku pun mulai membaca kata demi kata disurat itu.
“Sebelumnya gue minta maaf buat perasaan lo yang mungkin pernah gw sakitin.April,andai gw tau daridulu tentang perasaan lo ke gw,selama gw pacaran sama Icha sebenernya gw minta bantuan Icha buat deket sama lo,gw cemburu liat lo deket sama Dani(dia itu temen smp kita). Tapi lo malah salah paham,gw fikir ini udah terlambat buat ngungkapin perasaan gw ke lo,gw mohon lo jangan sedih kalo nantinya waktu lo baca surat ini gw udah pergi ninggalin lo,untuk terakhir kalinya gw mau buatin puisi buat sahabat gw yang paling gw sayang.

Cinta untuk April

Air mataku pun mengalir tak tertahan

Menemaniku saat ku tulis surat untuk terakhir kalinya

Jika hanya sakit yang kudapatkan

Dan hanya kematian yang harus ku alami

Aku akan menjalaninya tanpa kesedihan

Tapi ketika kau berucap hanya untuk aku

Sungguh tak ada maaf untuk tubuh yang lemah ini

Sahabat yang selalu ada disampingku

Sebesar apapun kesalahan yang aku lakukan

Sekecil apapun kebaikan yang aku buat…maafkan aku

Penderitaan yang harus kualami tanpa ada henti

Dan tampaknya Tuhan mempunyai rencana lain untukku

Jangan menangis teman.. meski tak terucap

Sungguh aku merasakan kata maaf itu telah hadir

Slamat tinggal sahabat sejatiku

Ikhlaskanlah kepergianku

Aku selalu berharap

Bahagia akan selalu menemanimu

Love you sobat

ARGHA

****

Keesokan harinya Aku baru sadar ternyata Argha hari ini berulang tahun yang ke 17, aku bermalam di rumah Argha bersama Icha dan yang lainnya, dan pagi-pagi aku segera kebawah dan akan mengikuti pemakaman Argha. Sebenarnya aku tak sanggup melihat makam itu, karena akan mengingatkanku akan kenangan-kenangan kami berdua dulu, tapi aku coba untuk tegar untuk melangkahkan kaki menuju makamnya. Setelah pemakaman selesai dan semua orang pulang, aku sendiri di makam itu, sepi. Aku menangis disamping nisan Argha, walau tersendat-sendat dan terbata karena aku menangis aku nyanyikan lagu happy birthday untuk Argha, dan memandangi nisan yang ada dihadapanku saat ini, makam yang sunyi, aku masih menangis sendiri di makam bisu itu, sebelum pulang aku meninggalkan secarik kertas balasan surat Argha, walau mungkin tak akan pernah dibaca olehnya, tapi itulah kenangan terakhirku untuk Argha.

Kenangan indah tentang kita akan slalu ku ingat setiap detiknya
Jika ku tutup mataku, aku masih dapat melihatmu
Kau memperlihatkan senyum termanismu
Tapi itu hanya lamunan sesaatku
Kini kau telah jauh tinggalkanku
Aku belum sempat meminta maaf padamu dan menyayangimu
Dan tak ingin kau pergi jauh
Tinggalkan kenangan kita bersama
Tapi takdir berkata lain
Terlalu cepat Tuhan memanggilmu
Hanya sebuah puisi ini aku persembahkan untukmu
Kepergianmu, meninggalkan kisah yang sangat pahit bagiku
Aku akan selalu mengenangmu, sahabat terbaikku
Semoga kau tenang disana
Suatu saat kita pasti akan bertemu kembali
Love you Argha,kamu akan selalu menjadi yang terindah dalam hidupku.

 

okayyy,,gimana?sudah kenyang?(lho?) hehe itu karangan pertama ku..
mohon comment nya untuk perbaikan..thanks before ^^

 

~anna’11

 

 
6 Comments

Posted by on June 10, 2011 in anna's article